Gunungsitoli-Intainews.com:Untuk menjaga kelestarian rumah adat di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata melakukan pemugaran secara bertahap.

“Rumah adat yang ada di enam kecamatan di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara kita pugar secara bertahap dengan tetap menjaga orisinalitas,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli Yanu Harefa, Jumat 19 Oktober 2018 (foto).

Biaya pemugaran setiap rumah adat di Kota Gunungsitoli dianggarkan sebesar Rp 25 juta sampai Rp 29 juta. Dari Kadis Pariwisata diketahui jika saat ini ada 120 rumah adat di Kota Gunungsitoli, dan yang telah dilugar sejak tahun 2014 ada sebanyak 20 persen.

“Tahun ini kita sudah memugar enam rumah adat, dan tahun depan telah kita anggarkan biaya pemugaran untuk enam rumah adat lagi,” jelasnya. Bantuan pemugaran rumah adat diberikan kepada warga atau pemilik rumah adat dalam bentuk bahan material secara stimulus.

Rumah adat Nias

“Dari 120 rumah adat yang ada di Kota Gunungsitoli, ada yang tidak perlu dipugar karena masih bagus dan masih original,”ungkapnya. Pemugaran hanya dilakukan untuk rumah ada yang telah keropos atau rusak dengan tetap mempertahankan originalitas rumah adat.

“Warga yang rumah adat miliknya ingin dipugar, harus menyampaikan proposal kepada kita, dan syaratnya tidak melarang wisatawan mengambil gambar rumah adat dan di survei terlebih dahulu oleh tim penilai”, jelasnya. Kendala yang dialami dinas pariwisata dalam memugar rumah adat adalah minimnya perajin atap rumbia untuk rumah adat saat ini di Kota Gunungsitoli.

Selain itu, sulitnya akses jalan untuk mengangkut bahan material ke lokasi rumah adat. “Kita akan terus melakukan pemugaran demi menjaga kelestarian rumah adat yang ada di Kota Gununhsitoli, dan kita berharap dukungan dari masyarakat pemilik rumah adat,” ucapnya. *Inc-12