Slank saat tampil beberapa waktu lalu. Foto Istimewa

Pidie-Intainews.com:Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh melarang grup band papan atas Indonesia Slank untuk tampil di Lapangan Alun-alun Sigli pada Sabtu, 29 September 2018.

Ketua MPU Kabupaten Pidie, Tgk H Ismail A Jalil mengatakan acara yang dimeriahkan oleh artis ibu kota itu itu tidak sejalan dengan tahun baru Islam 1440 H serta pertimbangan ketentuan syariat dan budaya ke Acehan yang islami. “Kami pimpinan MPU Kabupaten Pidie memohon kepada Bupati Pidie (agar) acara tersebut dapat kiranya dihentikan,” kata Ismail kepada wartawan, Kamis (27/9).

Pihak panitia menembuskan kegiatan acara ke MPU Kabupaten Pidie dengan surat nomor 451.7/ 314/ 2018 tanggal 30 Agustus 2018. Acara ini rencananya akan dilaksanakan Sabtu (29/9) pagi dari pukul 10.00 s/d selesai. Untuk menggelar konser di Aceh, salah satu syaratnya adalah harus mendapatkan rekomendasi izin dari ulama. Selain itu, dalam konser penonton pria dan wanita juga harus dipisah. Setelah mengantongi rekomendasi MPU, baru kemudian pemerintah setempat mengeluarkan izin.

Menanggapi surat MPU Kabupaten Pidie pada 17 September 2018, Bupati Pidie Roni Ahmad mengatakan pihaknya telah mencermati dan menghormati pendapat MPU terkait penyelenggaraan Magnummotion grup band Slank di kota Sigli. “Untuk menjaga kedamaian dan kearifan masyarakat di kabupaten Pidie, sebaiknya konser tidak dilaksanakan di kabupaten Pidie,” kata Ahmad dalam dokumen 24 September 2018.

Pelarangan konser grup band Slank, baru pertama kali di Aceh. Pasalnya pada tahun 2014, grup band rock dengan personal Kaka, Abdi, Bimbim dan Ridhoi itu melaksanakan roadshow silahturahmi budaya di lapangan Blang Padang Aceh. *Tid